5 ALASAN KENAPA KITA HARUS BELAJAR BAHASA ARAB (Bagian -2)

 

Pada artikel sebelumnya (http://ihsanzainuddin.com/5-alasan-kenapa-anda-harus-belajar-bahasa-arab-bagian-1/ ), kita telah mengulas alasan pertama mengapa saya dan Anda harus belajar Bahasa Arab.

Dalam artikel ini, kita akan membahas alasan lain: mengapa kita harus menguasai Bahasa Arab.

 

 

***

 

Alasan #2: KARENA BELAJAR BAHASA ARAB ADALAH TUNTUNAN AGAMA BAGI SEORANG MUSLIM:

Jadi motivasi utama mengapa seorang muslim harus belajar Bahasa Arab adalah karena hal itu merupakan tuntutan dalam Islam. Mengapa?

Fakta yang tak bisa kita pungkiri adalah bahwa Islam diturunkan dengan Bahasa Arab sebagai pengantarnya. Pesan-pesan Allah melalui al-Qur’an tersampaikan dengan Bahasa Arab. Petuah dan panduan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga disampaikan dengan Bahasa Arab.

Maka bagaimana mungkin seorang anak manusia dapat memahami petunjuk-petunjuk langit untuk kehidupan itu jika ia tak memiliki bekal Bahasa Arab yang memadai?

Hal lain adalah bahwa salah satu ibadah paling mendasar dalam Islam: Shalat, seluruh bagiannya sejak dimulai dari takbir hingga diselesaikan dengan salam; seluruhnya harus ditunaikan dengan Bahasa Arab. Jika Anda –misalnya- mengganti ucapan “Allahu Akbar” dengan “Allah Mahabesar”, maka shalat Anda seketika itu juga batal alias tidak sah.

Nah, tentu saja sangat ganjil jika Anda telah menunaikan shalat selama bertahun-tahun –malah mungkin sudah berpuluh-puluh tahun-, namun yang Anda pahami dari bacaan shalat Anda tidak lebih dari 5 sampai 10 % saja!

Akibatnya Anda seperti (mohon maaf) orang tidak waras yang mengucapkan komat-kamit perkataan yang Anda sendiri tidak mengerti maknanya. Itu fakta sebagian besar kita, bukan?

Itulah sebabnya, tidak heran jika banyak ulama yang memandang bahwa dalam kadar tertentu: belajar Bahasa Arab itu sebuah kewajiban dan tuntutan dalam Islam.

 

Al-Imam al-Mawardy rahimahullah –salah seorang ulama besar dalam Madzhab Syafi’i-pernah menyatakan:

ومعرفة لسان العرب فرضٌ على كلِّ مسلمٍ من مجتهد وغيره

“…dan mengetahui Bahasa Arab itu adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim, baik itu (ia seorang) ulama mujtahid atau yang lainnya…” (Sebagaimana dinukil oleh al-Syaukani dalam Irsyad al-Fuhul, hal. 252)

Pernyataan al-Imam al-Mawardy ini sangat jelas. Kewajiban belajar Bahasa Arab itu “atas setiap muslim”, meskipun ia bukan seorang ulama mujtahid. Ini tentu saja sangat logis jika Anda memahami penjelasan tentang “bacaan shalat” sebelumnya.

 

Bahkan jauh sebelum al-Mawardy, al-Imam al-Syafi’i rahimahullah menyatakan:

يجب على كلِّ مسلم أن يتعلَّم مِن لسان العرب ما يبلغه جهده في أداء فرضه

“Wajib atas setiap muslim untuk mempelajari Bahasa Arab semaksimal kemampuannya untuk dapat menunaikan kewajibannya.” (Sebagaimana juga dinukil oleh al-Syaukani dalam kitab yang sama, Irsyad al-Fuhul)

 

 

***

 

 

Alasan #3: BAHASA ARAB ITU ADALAH SALAH SATU SYIAR UTAMA KAUM MUSLIMIN:

 

Syiar itu adalah simbol-simbol kemuliaan dan keistimewaan.

Meski Islam mengajarkan kita untuk tidak merendahkan orang lain, tapi yang harus diingat juga bahwa seorang muslim dituntut memiliki izzah, kebanggaan dan kehormatan sebagai seorang muslim. Ini kira-kira seperti anggota sebuah korps atau pasukan perang yang dituntut merasa terhormat berada dalam pasukan tersebut. Hanya saja, rasa terhormat ini jangan sampai membuat kita melampaui batas hingga melakukan kezhaliman pada pihak lain.

Nah, Bahasa Arab adalah salah satu simbol kemuliaan kaum muslimin (meskipun ada orang Arab yang non muslim). Kenapa?

Karena –sekali lagi- Bahasa Arab adalah bahasa al-Qur’an dan bahasa Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam sudut pandang itu, maka kita dapat menyimpulkan bahwa pemilihan Bahasa Arab sebagai bahasa pengantar wahyu yang akan berlaku hingga akhir zaman; adalah sebuah indikasi keunggulan dan keistimewaan bahasa ini di antara sekian banyak bahasa.

 

Ernest Renand, seorang filosof Perancis, pernah menyatakan bahwa:

“اللغة العربية بدأت فجأة على غاية الكمال، وهذا أغرب ما وقع في تاريخ البشر، فليس لها طفولة ولا شيخوخة.”

“(Saat) Bahasa Arab itu bermula, ia tetiba saja berada dalam puncak kesempurnaannya. Ini adalah hal paling unik dalam sejarah manusia! (Bahasa Arab) tidak memiliki ‘masa kanak-kanak’ dan juga ‘masa tua renta’…” (Lih: http://www.saaid.net/Minute/33.htm )

Anda dapat melakukan riset sederhana tentang hal ini. Maksud saya tentang keunikan dan keistimewaan Bahasa Arab. Tapi poin pentingnya adalah bahwa bahasa ini sangat istimewa, sehingga itulah yang menjadi salah satu alasan ia terpilih sebagai bahasa wahyu terakhir untuk seluruh umat manusia.

Bahasa Arab adalah bahasa al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kitab Allah yang akan terus dijaga oleh Allah Ta’ala dari segala bentuk penyelewengan. Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang bersifat universal, melintasi zaman dan generasi, hingga kehidupan dunia punah dan berakhir.

Kesimpulannya: jika al-Qur’an sedemikian itu, maka bahasa al-Qur’an tentu pula akan terjaga seiring terjaganya al-Qur’an. Bahasa Arab akan menjadi bahasa universal untuk semua manusia, sebagaimana tabiat al-Qur’an pun seperti itu.

 

***

 

Jadi sekarang, apa Anda masih butuh alasan lain untuk termotivasi mempelajari Bahasa Arab? Semoga saja tulisan ini sudah cukup memotivasi. Tapi jika tidak, nantikan kelanjutan artikel ini insya Allah. Kita masih akan membahas alasan keempat dan kelima: mengapa Anda harus segera belajar Bahasa Arab.

 

 

Akhukum,

Muhammad Ihsan Zainuddin

Muhammad Ihsan Zainuddin
 

Assalamu 'alaikum... Perkenalkan, saya Muhammad Ihsan Zainuddin. Seorang pembelajar muslim yang 20 tahun belakangan ini berkutat dalam aktifitas pembelajaran keIslaman. Mencintai dunia literasi Arab dan Indonesia. Maka ia banyak terlibat dalam menerjemah, menulis buku dan mengeditnya. Lewat blog ini, saya berharap dapat menginspirasi dan membantu Anda untuk lebih mudah mempelajari dan memahami Islam, juga mengembangkan diri Anda sebagai seorang pembelajar Muslim; tanpa terkendala dengan kondisi atau kesibukan Anda.

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments

Leave a Reply: